Jumat, 14 Januari 2011

LIBURAN DAN TAHUN BARU

Tahun ini, aku hanya menghabiskan liburanku dirumah bersama keluargaku. Aku hanya menonton TV dan bermain bersama adikku dan para sepupuku yang tinggal tidak jauh dari rumahku. Pada malam pergantian tahun, kami membuat sate ayam, sate kambing, dan sate sapi dengan paduan saus kacang dan sambal yang luarr biasa mantapnya. Yang menjadi petugas pembakar sate adalah ayahku, pa’de ku, kakak sepupuku, dan pacarnya. Petugas pembakar sate memang cukup banyak karena sate yang akan dibakar sangatlah banyak. Kami pun tak lupa untuk membakar jagung. Lagi-lagi yang menjadi petugas adalah ayahku, pa’de ku, tapi tanpa kakak sepupu ku dan juga pacarnya. Bundaku beserta tante-tante memang tidak turut memanggang, karena tugas mereka adalah menyiapkan bahan yang akan dipanggang beserta bumbu pelengkapnya. Aku mengambil sebuah jagung bakar yang terlihat sangat menarik dan matang. Tapi aku pun tertawa ketika melihat bagian lain dari jagung itu yang semuanya gosong dan ketika digigit rasanya sangat pahit. Kami pun tertawa. Aku sudah tak sanggup lagi menyantap jagung itu sampai habis, karena jagung-jangung itu banyak tersangkut di gigi. Oleh karena itu, aku memutuskan untuk melahap sate. Berhubung para orang tua banyak yang mengalami darah tinggi, jadi aku hanya makan 2 tusuk sate ayam tapi dengan sate kambing dan sate sapi yang banyak.
Jam menunjukkan pukul 23:20, saatnya untuk mulai memanggang pempek. Yang menjadi petugas adalah aku, adik sepupuku, metri, dam kakak sepupuku, ana. Berhubung kami bertugas memanggang pempek panggang, kami harus menahan rasa panas ketika membolak-balik pempek dengan tangan telanjang. Tanganku dan kak Ana memang terasa seoerti di bakar, tapi tak apalah, toh hasilnya memuaskan. Sedangkan adik sepupuku membaliknya dengan menggunakan garpu, tapi itu tidak membantu karena beberapa pempek jatuh ke dalam bara api. Akibat kecerobohannya, dia harus memanggang dengan tangan telanjang. Tepat jam 12 malam, kami pun menghidupkan suasana dengan kembang api. Telingaku terasa sakit ketika satu per satu kembang api itu di luncurkan oleh kakak sepupuku. Memang pada saat itu, aku berada tepat disebelah kakak sepupuku.
Malam itu pun berakhir. Hari-hari selanjutnya di tahun yang baru, aku hanya menghabiskan waktu untuh menggambar, bernyanyi, dan memanjat pohon yang ada dirumah budeku bersama sepupuku.